Kamis, 07 Juni 2012

Proposal Diri

Apakah kamu tahu Elang Gumilang? Iya, dia seorang entrepreneur muda yang sukses mengembangkan proyek perumahan untuk rakyat kecil pada usia 25 tahun. Di saat banyak developer membangun perumahan untuk kalangan menengah ke atas, justru Elang membangun perumahan untuk rakyat miskin. Apa rahasia suksesnya? Tentu saja kerja keras dan strategi yang mantap. Tapi bukan itu yang menarik perhatian saya. Ada faktor-faktor alami yang luput dari perhatian orang, yang membawanya pada pintu kesuksesan. 

Dalam suatu interview di Radioshow TV One beberapa bulan yang lalu, Elang berkata kepada Sandy dan Buluk bahwa dia menggunakan dirinya sebagai proposal untuk memperkenalkan bisnisnya. Secara teknis, proposal biasanya bersifat tertulis yang menggambarkan job description suatu usaha atau bisnis. Tapi, menurutnya ada proposal lain yang jauh lebih penting, yaitu proposal diri. Elang bercerita waktu pertama kali memulai proyeknya, dia sama sekali tidak mempunyai modal. Meskipun demikian, dia punya nilai tawar yang menjanjikan, yakni kepercayaan, kejujuran, dan tanggung jawab. Di mata teman-temannya, dia memang dinilai jujur dan bertanggung jawab dalam menjalankan setiap bisnisnya. Karena kepercayaan itu, akhirnya beberapa teman bersedia memodali proyeknya. Singkat cerita, proyeknya pun berhasil.

Kawan, coba kita renungkan betapa dahsyatnya kekuatan nilai kepercayaan, kejujuran, dan tanggung jawab. Dalam sebuah pertemanan, nilai-nilai itu harus kita pelihara. Bagaimana mungkin teman akan bekerjasama dengan kita kalau kita tidak jujur? Dan, bagaimana mungkin teman akan percaya pada bisnis kita kalau kita tidak punya rasa tanggung jawab?

Sungguh sangat disayangkan jika jaringan pertemanan kita yang cukup luas, akhirnya tali-tali pengikatnya putus satu-persatu akibat kita lalai menjaga nilai-nilai tersebut. Maka dari itu, seyogyanya kita sebagai makhluk sosial harus mampu menjaga tali pertemanan yang sudah kuat agar kita bisa membantu satu sama lain. Sudah semestinya pertemanan itu saling menguntungkan, bukan malah ada yang merasa dirugikan. Seperti simbiosis mutualisme, bukan simbiosis parasitisme. Seperti apa yang pernah ditulis Lily Wibisono di Intisari, bagaimana kita akan mengatakan kepada teman, “Kau betul-betul kawan sejati,” bila kita tidak merasakan tindakannya sebagai “kawan”?

Keep the friendship, guys...!!!


1 komentar:

  1. jujur dan dpt dipercaya itu sama kayak ajaran Sang Revolusioner kita Muhammad SAW. Jujur, tidak pelit anda akan menemukan nilai hidup. jgn kayak, yg satu itu, si doi hehe

    BalasHapus