Sabtu, 23 Juni 2012

Retorika

Ketika nge-host di Radioshow TV One, Sandy pernah berkelakar seperti ini, "Kalau kita nunggu tindakan pemerintah, kayak nungguin bus di busway, lama banget. Giliran busnya dateng, malah sudah penuh penumpang... ." Mungkin benar juga analogi ala Sandy tersebut, inilah realita. Banyak orang skeptis terhadap tindakan pemerintah. Problem layanan publik seperti pendidikan dan kesehatan masih belum dapat terakomodir secara maksimal. Sepertinya tugas-tugas yang harus dikerjakan pemerintah terlampau banyak dan dibutuhkan proses panjang untuk menyelesaikannya.

Yah, daripada kita mengkritik tiada habis, lebih baik kita berbuat sesuatu untuk bangsa dan negara ini. Tidak usah jauh-jauh, untuk lingkungan sekitar saja dulu. Apa yang bisa kita lakukan untuk lingkungan kita? Contoh kecil, apakah kita sudah konsisten menjaga kebersihan lingkungan kita? Bisakah kita membuang sampah pada tempatnya meskipun hanya bungkusan permen atau puntung rokok? Atau contoh lain, bisakah kita ajeg mematuhi tata tertib lalu lintas, tidak menerobos jalan ketika lampu merah menyala dan tetap setia menunggu lampu hijau menyala, meskipun suasana jalan raya sedang lengang dan tidak ada polantas di sana?

Lalu, untuk apa kita bersungut-sungut mencerca pemerintah kalau kita sendiri belum membenahi diri kita sendiri. Kata Navicula, band indie dari Bali, dalam lirik Over Konsumsi, "Selamatkan diri kita dari diri kita sendiri." Ini hanya pendapat subjektif saya saja, sepertinya lewat lirik tersebut, Navicula ingin mengajak kita untuk merefleksi diri.

Sebenarnya mengkritik boleh-boleh saja, sebagai bentuk kontrol kita terhadap kebijakan pemerintah. Tapi, kita juga harus mengkritik diri kita juga, toh. Apa gunanya mahasiswa menggelar demo, mengkritik kebijakan pemerintah? Di sisi lain, mereka masih suka bolos kuliah, mabuk-mabukan, nge-drug, dan freesex. Atau jangan-jangan setelah mereka sudah tua nanti malah ikut-ikutan korup. Malah seperti lagu Distorsi-nya Ahmad Band, "Yang muda mabok. Yang tua korup. Mabok terus korup terus. Jayalah negeri ini. Merdeka!!"

Ya, sudahlah... Biarlah pemerintah mengurus negara ini dengan caranya sendiri. Toh, jika tidak mengemban amanat itu dengan baik, mereka pasti dapat karmanya, iya kan? Kita sebagai rakyat jelata, lakukan saja sesuatu yang berarti bagi lingkungan sekitar, sekecil apapun.

Perubahan pasti akan terjadi.
Keep faith on process...!!!

2 komentar:

  1. NEGARA GAGAL,indikatornya :
    - kesejahteraan belum terwujud (lihat Papua)
    - Pelayan publik dan kesehatan kurang
    - Pendidikan masih belum menjadi prioritas utama

    BalasHapus
  2. saya setuju dengan pendapat anda, mulailah dari hal terkecil untuk melakukan suatu perubahan....
    salam sejahtera untuk semuanya....

    BalasHapus