Pada awal tahun 2000-an, di Sumenep bermunculan band-band dengan genre yg berbeda. Ada yang mengusung musik rock, metal, grunge, ska, bahkan punk. Seingat saya, hanya ada dua band punk yang menarik perhatian, Dodada dan The SuperHeru. Dodada meng-cover lagu-lagu Greenday, sedangkan The SuperHeru meng-cover lagu-lagu Blink 182.
Saya berteman baik dengan para personil kedua band ini sampai saat
ini. Sayang sekali, The SuperHeru yang beranggotakan Heru (vokal dan gitar),
Oky (bas), dan Dani (drum) sudah vakum. Belakangan hanya Heru yang tetap
mengibarkan bendera The SuperHeru dalam beberapa acara lokal dengan dibantu additional players.
Nah, Dodada-lah yang saya anggap masih tetap eksis dan tetap bergairah
sampai saat ini. Band ini tetap membawakan musik punk ala Greenday dengan konsisten.
Dodada adalah Greenday-nya Sumenep.
Beberapa waktu lalu, Saya mewawancarai salah satu personil Dodada, Mas
Andy (vokal dan gitar), via BBM. Awalnya kami hanya mengobrol topik seputar
musik, lalu saya lanjutkan saja menanyakan tentang sejarah terbentuknya Dodada.
Berikut ini wawancara saya dengan Mas Andy.
Kapan Dodada terbentuk?
Nama Dodada sendiri kita bikin itu tahun 1998. Sebenarnya aku dan
temanku (drummer) bikin bandnya tahun 1996, tapi belum ada namanya. Waktu itu
temanku itu main bas, drummernya anak Palembang. Jadi sekitar dua tahunan, aku
ngeband gak pake nama. Jadi kalo ikut
event-event, kita pake nama band beda-beda. Ada namanya tapi bukan nama tetap.
Waktu itu aku lupa pake nama apa ya.
Kapan ya parade musik di Sumenep
itu?
Parade musik itu Agustus 1998
Tidak ada komentar:
Posting Komentar