Saya selalu kagum pada tokoh-tokoh yang tak biasa. Tak biasa dalam arti mereka tidak kaku, tidak konvensional, dan selalu melihat sesuatu dari kacamata yang berbeda. Beberapa di antaranya yang saya suka, Mohammad Hatta, Tan Malaka, Gus Dur, Mahfud M.D., Dahlan Iskan, Anies Baswedan, Cak Nun, dan Gus Mus. Nah, tokoh terakhir yang saya sebut ini, yang notabene sebagai kiai, bisa dibilang cukup nyentrik.
Gus Mus, menurut saya adalah salah satu kiai yang open mind, bisa menerima perubahan yang terjadi di masyarakat dengan apa adanya, tanpa resistensi yang meluap-luap. Mungkin, menurut beliau, selama sesuatu itu tidak bertentangan dengan agama, sah-sah saja. Beliau juga seorang penyair, bahkan termasuk kiai yang rajin update status di twitter. Hahaha. Keren.
Dalam acara Kick Andy, beberapa bulan yang lalu, saya mengambil pelajaran dari apa yang dia katakan. Beliau berkata bahwa masyarakat kita salatnya masih sampai pada daging, tidak sampai pada jiwa dan hati. Oleh karenanya, jangan heran jika korupsi terus terjadi di negeri ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar