Senin, 23 April 2012

Menikmati Pure Saturday di Bangku Taman

Pure Saturday dan Bangkutaman. Dua band ini mungkin terdengar asing di telinga pendengar musik mainstream, tapi tidak demikian bagi pendengar musik dan komunitas musik indie. Bangkutaman adalah pelopor pergerakan musik pop indie di Jogja. Band yang genre musiknya sudah berubah menjadi psychedelic folk rock ini cukup diperhitungkan di komunitasnya. Begitu pula dengan Pure Saturday. Siapa yang tidak tahu band britpop ini. Lahir dari komunitas band indie Bandung bersama PAS Band dan Puppen, band ini juga disebut-sebut sebagai pionir lahirnya scene musik pop indie di Indonesia.

Saya adalah penggemar dua band ini. Ibaratnya, saya menemukan kembali sesuatu yang pernah terlupakan di masa lalu secara tidak sengaja. Di tahun 90-an, saya pernah menyimak video klip lagu hits Pure Saturday, Kosong. Nuansanya gelap dan galau. Saya langsung suka ciri khas band ini, tetapi belum berani mendalami musiknya. Maklum, jaman dulu sepertinya otak kita terbius dan terdoktrin dengan musik band-band besar mainstream kala itu. Sebut saja, Dewa 19, Slank, GIGI, Boomerang, Kahitna, Java Jive, U’Camp, Power Metal, dan masih banyak lagi tentunya.

Di awal tahun 2000-an, saya suka menonton MTV Alternative Nation Indonesia. Dari sekian band indie yang nongol di acara ini, musik Bangkutaman terdengar ramah di telinga saya, meskipun nuansa  video klipnya terlihat aneh. Tapi memang begitu ‘kan ciri khas musik indie. Apa yang dibuat dan ditampilkan serasa bebas sesuai keinginan mereka.

Ketertarikan saya untuk menyelami musik Pure Saturday muncul ketika saya membaca review album kilas balik mereka, Time for a Change, Time to Move On di Majalah Rolling Stone Indonesia. Review itu berhasil  membujuk saya untuk mencari tahu tentang Pure Saturday lebih dalam. Lain halnya dengan Bangkutaman, awal mula ketertarikan saya adalah ketika band ini tampil dalam acara talkshow Kick Andy. Waktu itu, Andy F. Noya mengangkat topik tentang perbedaan karir dan pekerjaan. Para personil Bangkutaman ternyata memiliki latar belakang pekerjaan yang berbeda. Ada yang bekerja sebagai jurnalis, pengacara, dan copywriter. Musik dijadikan karir bagi mereka. Belakangan saya tahu, bahwa para personil Pure Saturday memiliki latar belakang pekerjaan yang berbeda pula. Bagi awak Pure saturday, musik sudah dijadikan suatu kegiatan untuk mengisi waktu luang. Wow, mereka hidup di dua alam rupanya hehe... .

Berawal dari tidak sengaja, sekarang lagu-lagu dua band unik ini menjadi daftar putar di gadget saya. Tidak bermaksud berlebihan, jiwa saya melayang-layang ketika mendengarkan lagu-lagu mereka. Inilah saatnya menikmati sejatinya hari Sabtu sambil duduk-duduk di bangku taman.




1 komentar:

  1. hahai, ni ente britpop akuut, alias lagu aneh itu mengasyikkan. Pure saturday-Kosong, biar pertama ane gak tau itu band apa, tapi lagu itu Masyuuuuk sob..

    BalasHapus