Sebagai guru, seringkali saya menemukan kondisi kurang menyenangkan saat mengajar. Kondisi tersebut berhubungan dengan sikap atau perilaku murid dalam menerima pengajaran. Ada yang benar-benar memperhatikan, namun tidak jarang pula yang mengabaikan.
Menurut @ryan.oktapratama dalam unggahan instagram-nya, ada lima perilaku bermasalah murid. Dia juga memberikan solusi cara mengatasinya. Perilaku-perilaku bermasalah tersebut yaitu: pasif, agresif, sulit fokus, perfeksionis, dan ditolak secara sosial.
Anak pasif cenderung menghindari relasi dengan orang lain, takut gagal, dan mudah menyerah. Rekomendasi penanganannya yaitu:
- Mengapresiasi keberhasilan kecil
- Menahan kritik
- Lindungi dari orang atau murid yang agresif
- Latih self-talk positif
Anak agresif sering mengintimidasi orang lain secara verbal atau fisik. Dia juga melakukan instruksi atau perintah yang sebaliknya. Rekomendasi penanganannya yaitu:
- Apresiasi jika ada perilaku yang benar
- Lakukan pendisiplinan jika melakukan hal yang salah
- Berikan tanggung jawab membantu guru atau temannya
Anak yang sulit fokus menunjukkan perilaku hiperaktif, gelisah, sering meninggalkan tempat duduk. Anak ini juga susah mendengar, mengingat, dan mengatur. Rekomendasi penanganannya yaitu:
- Bantu mereka membuat to-do list step by step dalam melakukan sebuah tugas
- Jika perlu, bisa dipindahkan ke area yang lebih tenang
- Berikan apresiasi terhadap keberhasilan
- Berikan tutor sebaya
Anak perfeksionis terlalu fokus pada detail kecil dari proyek. Berfokus pada hasil, bukan relasi. Rekomendasi penanganannya yaitu:
- Mintalah murid untuk membuat kesalahan dengan sengaja, kemudian tunjukkan penerimaan
- Jadikan mereka tutor bagi orang lain
Selain itu, ada anak yang ditolak secara sosial. Anak tipe ini mencoba untuk berteman tetapi tidak berhasil sehingga terpaksa menyendiri. Anak ini sering diajak karena perilaku, penampilan, atau kurangnya keterampilan sosial. Rekomendasi penanganannya yaitu:
- Ajarkan murid untuk menjaga jarak fisik yang sesuai dengan orang lain
- Ajarkan arti ekspresi wajah seperti marah dan terluka
- Berikan instruksi tentang intonasi dan volume suara yang sesuai
- Berikan saran tentang kebersihan, pakaian, tingkah laku, dan postur
Setiap perilaku bermasalah murid tentu membutuhkan penanganan yang berbeda-beda. Saya jadikan informasi ini sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan kemampuan pedagogi saya. Semoga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar