Jumat, 22 Januari 2016

Buku Harian

Dulu waktu awal menulis, terbesit keinginan saya untuk menulis di blog ini minimal satu tulisan tiap hari. Keinginan ini salah satunya termotivasi oleh pernyataan Soleh Solihun di blog pribadinya, bahwa dia ingin menulis di blognya setiap hari, minimal satu tulisan juga dalam satu hari.

Apa mau dikata, Soleh tak bisa mewujudkan keinginannya itu. Begitu pun saya. Kalau kata Indra Lesmana dan Gilang Ramadhan dalam sebuah lagu duetnya sih, "Tak mudah untuk di hati, tak mudah untuk dihadapi." Nyatanya keinginan itu tenggelam seiring padatnya kesibukan dan rutinitas sehari-hari.

Seandainya saya bisa menulis di blog setiap hari, mungkin blog ini akan menjadi seperti buku harian. Blog ini akan menjadi media untuk saya menuliskan segala hal yang terjadi pada saya dan lingkungan sekitar saya.

Istilah 'buku harian' ini mengingatkan saya pada sebuah sinetron lawas ketika saya berusia SD. Judulnya ya Buku Harian, tayangnya di SCTV. Saya lupa setiap hari apa. Pemerannya adalah Didi Petet sebagai ayah, Ully Artha sebagai ibu, Nia Daniaty sebagai anak pertama, Adjie Massaid sebagai anak kedua, Dessy Ratnasari sebagai anak ketiga, dan Maudy Wilhelmina sebagai anak keempat.

Ada saja cerita yang terjadi pada keluarga ini. Semua cerita yang terjadi setiap hari dituangkan ke dalam buku harian. Nah, adegan menulis buku harian ini diperankan oleh Nia Daniaty dalam setiap episodenya. Dari sinetron ini, untuk pertama kalinya saya jadi tahu apa itu buku harian.

Dan waktu berusia SD juga, tak sengaja saya menemukan sebuah buku harian di rumah sepupu perempuan saya. Saya sempat membaca beberapa tulisan di buku hariannya. Isi tulisannya sih menceritakan tentang pengalaman hidupnya setiap harinya, lengkap dengan hari, tanggal, dan waktu tulisan itu dibuat. Nampaknya sepupu saya ini lumayan rajin curhat di buku hariannya.

Saat itu buku harian memang jadi tren. Tak sedikit remaja bahkan ABG memiliki buku harian. Biasanya untuk memulai tulisan, mereka menulis kata:
Dear diary...

Nah, sekarang, setelah teknologi sudah sedemikian canggihnya, diary sudah tergantikan dengan blog, sudahkah kita menyapa blog kita setiap hari?
Dear blog...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar