Berbicara the hitsmaker angkatan '90-an atau 2000-an, ada banyak pencetak hits di tanah air. Sebut saja Dewiq, Melly Goeslaw, Ahmad Dhani, Eross Chandra, Piyu Padi, dan mungkin masih banyak lagi. Tapi ada seorang musisi, menurut subyektivitas saya, yang karya-karyanya brilian. Dia adalah Yovie Widianto, kibordis sekaligus motor Kahitna, Founder Yovie Nuno, dan pencipta lagu beberapa penyanyi pop, seperti Audy, Rossa, atau finalis Indonesian Idol.
Mengapa saya mengategorikan Yovie sebagai seorang pencipta lagu jenius? Mudah saja, karena dia banyak menciptakan lagu-lagu manis khas Kahitna, dan hampir semuanya menjadi everlasting songs. Saya tercengang ketika saya tahu kalau lagu Satu Mimpiku (The Groove) dan Bila Kuingat (Lingua) adalah karangannya. Wah, keren sekali. Saya tidak menyangka Satu Mimpiku yang jazzy itu adalah karangan Yovie.
Beberapa bulan yang lalu, saya menonton acara Idenesia di Metro TV, yang dipandu langsung oleh Yovie. Di sela acara, Pasto tampil menyanyikan lagu Cukup Sudah, yang dulunya dipopulerkan oleh Glenn Fredly. Saya kembali tidak menyangka ketika di layar kaca tertulis Yovie Widianto yang menciptakan lagu tersebut.
Bermodal irama yang khas dan sentuhan jazz pada setiap lagunya, meskipun berada di ranah musik pop, tidak diragukan lagi kalau dia adalah salah satu musisi jenius kebanggaan Indonesia.
Ooo..eya..eyo. Kita bangun negeri ini kawan.
-Kahitna-
Beberapa bulan yang lalu, saya menonton acara Idenesia di Metro TV, yang dipandu langsung oleh Yovie. Di sela acara, Pasto tampil menyanyikan lagu Cukup Sudah, yang dulunya dipopulerkan oleh Glenn Fredly. Saya kembali tidak menyangka ketika di layar kaca tertulis Yovie Widianto yang menciptakan lagu tersebut.
Bermodal irama yang khas dan sentuhan jazz pada setiap lagunya, meskipun berada di ranah musik pop, tidak diragukan lagi kalau dia adalah salah satu musisi jenius kebanggaan Indonesia.
Ooo..eya..eyo. Kita bangun negeri ini kawan.
-Kahitna-