Senin, 22 Agustus 2022

Berlatih Membuat Sempurna

Kemarin pagi saya mengajak anak sulung saya berlatih tenis untuk pertama kalinya. Umurnya masih tujuh tahun. Siapa tahu dia suka. Saya hanya ingin mengenali minat dan bakatnya sedari dini. Kalau pun nantinya tak suka, saya akan menawarkan jenis olahraga yang lain.

Hari pertama tentu merupakan pengalaman baru baginya. Bertemu dengan orang baru dan teman-teman baru. Latihan pemanasan pun dimulai. Sampai akhirnya, dia mencoba memukul bola. Untuk pertama kalinya. Namanya perdana, dia kesulitan menggunakan raket dan mengikuti arahan sang pelatih.

Di tengah sesi latihan, tak sengaja dia bertemu dengan teman sekelasnya di sekolah. Seperti biasa, dia selalu ramah menyapa temannya lebih dulu. Mereka pun berlatih bersama.

Keesokan harinya, sepulang sekolah dia bercerita bahwa temannya yang berlatih tenis mengejeknya di depan teman-temannya yang lain. Kata temannya, dia tidak bisa bermain tenis. Mungkin saja temannya merasa bisa bermain tenis lebih baik darinya.

Lalu saya tanya balik, "Kamu jawab apa saat temanmu bilang begitu?" Dia bilang, "Dulu aku tidak bisa naik sepeda Polygon besar, tapi sekarang aku bisa. Kalau rajin berlatih, nanti aku juga bisa main tenis."

Saya terkesan. Dari jawabannya, saya bisa belajar. Untuk menanggapi sebuah ejekan dari orang lain, kita tidak perlu membalas ejekan tersebut. Kita bisa meresponnya dengan pernyataan yang masuk akal. 

Terima kasih, Anakku.

Rabu, 17 Agustus 2022

Ucapan Kemerdekaan

Manakah yang tepat?

Dirgahayu HUT RI, Dirgahayu RI Ke-77, atau Dirgahayu RI?

HUT RI Ke-77 atau HUT Ke-77 RI?

Marilah kita simak informasi @narabahasa dan @ivanlanin di instagram terkait ucapan kemerdekaan tersebut.

Dirgahayu bermakna panjang umur. Penulisan Dirgahayu HUT RI tidak tepat karena bukan hari ulang tahunnya yang diberi selamat, melainkan RI. Penulisan Dirgahayu RI Ke-77 tidak tepat karena tersirat makna panjang umur hanya sampai ke -77.

Ke-77 merupakan bilangan tingkat yang menerangkan kata sebelumnya. Penulisan HUT RI Ke-77 kurang tepat karena bukan RI-nya yang berjumlah 77, melainkan HUT-nya.

Jadi, Selamat HUT Ke-77 RI. Dirgahayu RI.

Perilaku Bermasalah Murid

Sebagai guru, seringkali saya menemukan kondisi kurang menyenangkan saat mengajar. Kondisi tersebut berhubungan dengan sikap atau perilaku murid dalam menerima pengajaran. Ada yang benar-benar memperhatikan, namun tidak jarang pula yang mengabaikan.

Menurut @ryan.oktapratama dalam unggahan instagram-nya, ada lima perilaku bermasalah murid. Dia juga memberikan solusi cara mengatasinya. Perilaku-perilaku bermasalah tersebut yaitu: pasif, agresif, sulit fokus, perfeksionis, dan ditolak secara sosial. 

Anak pasif cenderung menghindari relasi dengan orang lain, takut gagal, dan mudah menyerah. Rekomendasi penanganannya yaitu:

  1. Mengapresiasi keberhasilan kecil
  2. Menahan kritik
  3. Lindungi dari orang atau murid yang agresif
  4. Latih self-talk positif
Anak agresif sering mengintimidasi orang lain secara verbal atau fisik. Dia juga melakukan instruksi atau perintah yang sebaliknya. Rekomendasi penanganannya yaitu:
  1. Apresiasi jika ada perilaku yang benar
  2. Lakukan pendisiplinan jika melakukan hal yang salah
  3. Berikan tanggung jawab membantu guru atau temannya
Anak yang sulit fokus menunjukkan perilaku hiperaktif, gelisah, sering meninggalkan tempat duduk. Anak ini juga susah mendengar, mengingat, dan mengatur. Rekomendasi penanganannya yaitu:
  1. Bantu mereka membuat to-do list step by step dalam melakukan sebuah tugas
  2. Jika perlu, bisa dipindahkan ke area yang lebih tenang
  3. Berikan apresiasi terhadap keberhasilan
  4. Berikan tutor sebaya
Anak perfeksionis terlalu fokus pada detail kecil dari proyek. Berfokus pada hasil, bukan relasi. Rekomendasi penanganannya yaitu:
  1. Mintalah murid untuk membuat kesalahan dengan sengaja, kemudian tunjukkan penerimaan
  2. Jadikan mereka tutor bagi orang lain
Selain itu, ada anak yang ditolak secara sosial. Anak tipe ini mencoba untuk berteman tetapi tidak berhasil sehingga terpaksa menyendiri. Anak ini sering diajak karena perilaku, penampilan, atau kurangnya keterampilan sosial. Rekomendasi penanganannya yaitu:
  1. Ajarkan murid untuk menjaga jarak fisik yang sesuai dengan orang lain
  2. Ajarkan arti ekspresi wajah seperti marah dan terluka
  3. Berikan instruksi tentang intonasi dan volume suara yang sesuai
  4. Berikan saran tentang kebersihan, pakaian, tingkah laku, dan postur
Setiap perilaku bermasalah murid tentu membutuhkan penanganan yang berbeda-beda. Saya jadikan informasi ini sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan kemampuan pedagogi saya. Semoga.

Jumat, 29 Oktober 2021

Mereka Bosan

Pagi tadi, saya mengajar materi ASEAN di kelas 6. Beberapa murid bertanya, "ASEAN lagi, Pak?" Saya menjawab, "Ya, ada materi ASEAN yang perlu kalian pelajari. Itu ada di Tema 1, Tema 4, dan sekarang, Tema 5." Mendengar penjelasan saya, mereka bergumam, "Dari kemarin pelajaran ASEAN terus."

Dalam rutinitas mengajar, saya atau mungkin banyak guru lain seringkali 'memaksa' murid untuk mempelajari materi yang ada di kurikulum. Apakah nantinya, semua materi tersebut sesuai dengan kebutuhan murid, itu urusan belakangan.

Ketika murid mempertanyakan materi yang akan mereka pelajari, mungkin itu sebuah pertanda bahwa mereka tidak ingin mempelajarinya. Ada hal lain yang ingin mereka pelajari, sesuai dengan kesukaan atau minatnya. Apakah itu? Sebagai guru, kita harus merenungkan hal tersebut.

Sabtu, 20 April 2019

19 April

Jumat, 19 April 2019. Hari ini tanggal merah, Wafat Isa Al-Masih. Sejak tadi pagi, saya memutuskan untuk rehat sejenak dari rutinitas pekerjaan.

Saya beres-beres kamar selagi masih ada mood yang bagus. Hampir seharian saya bersih-bersih kamar. Tanpa sengaja saya menemukan block note yang hampir saya buang ke tempat sampah. Sebuah block note diklat prajabatan CPNS. Di pojok kanan atas saya tuliskan nama: IVAN KURNIAWAN 19/04 '15. Sejenak saya merenung. Astaga, tepat hari ini buku ini sudah saya simpan selama 4 tahun. Berarti sudah 4 tahun yang lalu, saya mengikuti diklat tersebut. Seketika ingatan saya menerawang pada masa itu. Tampak begitu jelas segala hal yang terjadi pada saat itu terkenang di benak saya. 

Ah, waktu terasa cepat berlalu. Ada banyak hal dan kejadian sudah saya lewati. Seperti kisah block note ini, tetap tersimpan utuh di kamar saya. Sama seperti nilai kenangannya, tetap pula tersimpan utuh dalam benak saya. Namun, saya terus melangkah menapaki kisah-kisah baru, dalam perjalanan hidup ini. Begitu pun dengan Anda.

Sabtu, 24 September 2016

Kebenaran

Saya teringat kutipan seorang rekan kerja ketika menutup sebuah pertemuan, "Kita menerima suatu kebenaran jika kebenaran itu tidak mengusik kehidupan kita, tapi tak jarang pula kita menolak suatu kebenaran jika kebenaran itu mengusik kehidupan kita."

Ya, seringkali kita bersikap seperti itu dalam kehidupan sehari-hari. Kita mudah saja menilai kekurangan bahkan kesalahan orang lain. Tapi kita sukar mengoreksi kekurangan dan kesalahan diri sendiri.


Jumat, 20 Mei 2016

Pengetahuan

Pernah mendengar kalimat klise ini?
"Paling nggak, kita tahu bahwa itu salah."

Sudah tahu itu salah, tapi kita memakluminya. Hehe.

Ah, hidup ini memang berat dijalani...